Unduh aplikasi

Penulis

Grace Bennett

Grace menulis tentang sisi iman yang lebih lembut: penghiburan dalam duka, rasa syukur di hari-hari biasa, dan harapan yang tetap teguh ketika keadaan tidak mendukung. Ia menyukai ayat-ayat pendek yang bisa dibawa di saku dan dibuka kembali saat dibutuhkan. Tujuannya sederhana: membantu hari yang berat terasa sedikit kurang sendirian.

Grace datang ke dunia menulis lewat jalan yang panjang. Setelah kehilangan ibunya di akhir usia dua puluhannya, ia mulai menulis jurnal hanya untuk melewati pagi-pagi, dan paragraf-paragraf pendek serta jujur di sana perlahan berubah menjadi tulisan-tulisan lembut yang ia terbitkan sekarang. Ia belajar komunikasi dan bekerja di bidang itu beberapa tahun sebelum meninggalkannya untuk menulis penuh waktu, setelah menyadari bahwa yang paling ia pedulikan adalah membantu orang merasa kurang sendirian di hari yang berat. Ia percaya rasa syukur adalah latihan yang kita kembali lagi dan lagi, dan sebagian besar tulisannya sebenarnya tentang belajar memperhatikan.

Menulis dari ruang berjemur di Nashville, Tennessee, dikelilingi cangkir teh yang setengah diminum.

Ayat favorit

Pada malam hari ada tangisan, tetapi pada pagi hari ada sorak-sorai.

Mazmur 30:5

Beberapa hal tentang Grace

  • Menulis surat terima kasih tanpa alasan khusus dan benar-benar mengirimkannya.
  • Memiliki bangku favorit di tepi sungai tempat ia membaca pada Minggu sore.
  • Menempelkan ayat pendek di cermin kamar mandi dengan kartu indeks dan menggantinya setiap bulan.
  • Memanggang roti ketika cemas, jadi tetangga-tetangganya makan enak di minggu-minggu beratnya.
  • Menyimpan daftar rasa syukur di bagian belakang planner dan enggan melewatkan satu hari pun.
  • Hampir selalu menangis di setiap pernikahan, termasuk yang di televisi.
Grace Bennett, Penulis | Devotional